Manfaat Cola Untuk Membersihkan Korosi

Selamat pagi, semangat pagi, akhirnya aku kembali setelah nyaris vakum cukup lama menyentuh blog pribadi ini. Tiada postingan, tiada hal yang akan dituangkan, tapi sebenarnya tiada kemauan dan kesempatan untuk melakukannya. Dengan kondisi ini, aku merasa sukses sebagai Blogger gagal yang tidak produktif sekaligus menjadi silent reader handal yang berkunjung ke blog lain tanpa pernah meninggalkan jejak . Setelah melewati tahun yang berat akhirnya memiliki sedikit waktu untuk menulis di sini. Sebenarnya mungkin karena sudah terlau banyak main COC sampai bego hingga mencapai titik jenuh dan butuh istirahat serta karena handphone pribadi yang sudah jarang berbunyi hingga mencapai titik sunyi. Hah, apadeh ini.

Ok, cukup kata pengantar yang tidak penting tersebut. Inspirasi tulisan perdana kali ini datang sore kemarin ketika akan membersihkan motor kesayangan. Saat mencuci motor tersebut ada sedikit hal yang mengganggu pandanganku di bagian knalpot yang dilapisi stainless steel, bagian itu telah terkena korosi yang cukup banyak. Korosi tersebut tidak mau hilang, walau telah sering dicuci. Malah  korosinya semakin bertambah di beberapa bagian. Sedikit informasi motor tersebut merupakan motor merk Honda tipe Supra X 125 R tahun 2007. Tahu sendiri kan knalpotnya seperti apa, knalpot seperti honda karisma yang terkesan kalem namun elegan. Akhirnya untuk mengakhiri penderitaan si motor, iseng-iseng mencari informasi di situs kita tercinta Kaskus didapat sebuah postinganyang membahas mengenai salah satu manfaat coca cola (bukan promosi ya) sebagai penghilang korosi. Iya coca cola, minuman ringan bersoda yang sering kita minum bersama makanan fast food itu ternyata mempunyai manfaat lainnya.

Persiapan untuk pembersihan korosi cukup sederhana, mungkin rekan-rekan yang lain juga ingin mencobanya, yaitu satu buah kain lap usang untuk motor, sebotol coca cola tipe apa saja boleh botol/boleh kalengan (kebetulan untuk percobaan kali ini aku memakai coca cola botol kecil) dan tentunya segenggam niat untuk membersihkannya. Awalnya cukup tuangkan coca cola di bagian yang terkena korosi, setelah itu tunggu kurang lebih 10-15 menit. setelah dirasa cukup segera ambil kain lap yang dipersiapkan tadi, gosokan ke bagian-bagian yang telah dibasahi cola. Hasilnya, dapat kita lihat, korosi pada knalpot perlahan-lahan hilang

Sebenarnya agak sedikit berbeda dengan yang di Kaskus. Perbedaannya hanya masalah waktu saja, pada thread disebutkan rendam dalam air cola semalaman baru esoknya dibersihkan, namun aku memilih hanya menunggu 10-15 menit baru membersihkan. Hal ini dengan pertimbangan, tidak cukup waktu jika pembersihan dilakukan di esok pagi, karena apabila aku sudah didepan motor kesayangan ini, bisa berjam-jam ga beranjak dari si motor dan karena esok sudah harus melanjutkan aktifitas bekerja, maka diputuskanlah sebaiknya sore itu harus dilakukan. Mungkin apabila rekan-rekan ada waktu, bisa dicoba untuk merendamnya semalaman, bisa jadi didapatkan hasil yang jauh memuaskan dibandingkan yang aku dapat. Sedikit di bawah bebagi hasil jepretan setelah dilakukan pembersihan pada knalpot si motor. Maaf untuk foto pada saat terkena korosi tidak dapat ditampikan karena kelupaaan dan awalnya emang ga ada niat untuk difoto.

hasilnya setelah dibersihkan.

hasilnya setelah dibersihkan.

Sumber : Thread agan ini.

Iklan
By rankqa

TypO

Setahun sudah halaman ini berdebu, entah kenapa hujan kali ini membawa kembali keinginan untuk menulis (alasan saja sih sebenarnya, lagian ga perlu juga nunggu hujan ataupun setahun buat bikin tulisan lagi).

Inspirasi menulis kali ini sebenarnya datang ketika saya secara ga sengaja dalam beberapa waktu belakangan sering kali ngirim sms ataupun pesan di applikasi messenger mengalami salah penulisan kata sehingga si penerima sering menanyakan balik maksud dari pesan tersebut. Istilah yang sering dipakai sekarang untuk kejadian itu adalah typo. Seperti “gua punya bulu yang bagus, mau lihat?” padahal maksud hati ingin seperti ini “gua punya buku yang bagus, mau lihat?” atau… “kamu tu tai banget sih, hebat” padahal inginnya “kamu tu tau banget sih, hebat” dan masih banyak lagi typo-typo yang bertebaran lebih aneh dari ini.

efek typo sendiri sih ada yang lucu ada yang fatal tergantung bagaimana kondisi dan si penerima pesan yang membacanya. Bisa lucu yang membuat hati yang membacanya senang riang dan gembira, bisa juga fatal yang membuat sakit gigi lebih baik dari sakit hati.

Typo tidak memandang tempat terjadi, bisa terjadi baik ketika menggunakan gadget termutakhir sekalipun (jika ga mengaktifkan pengecekkan otomatis) sampai dengan menggunakan perangkat konvensional yang masih digunakan oleh beberapa mahasiswa di beberapa tempat yakni mesin tik.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari gadget berlayar sentuh(untuk kondisi ini, sekarang lumrah, abis handphone ga ada tombolnya), kecepatan tangan yang gak diimbangi dengan sikap teliti untuk mengoreksi tulisan lagi sehabis ngetik (emangnya ujian), jari tangan yang terlalu gede dan tombol gadget yang sangat kecil, sampai dengan ketidakfokusan dan berbagai alasan lainnya yang bisa diterima ataupun tidak dengan akal sehat.

Nah, sudah berapa kalikah kita typo hari ini? sudah berapa kali juga saya typo dalam tulisan ini?

By rankqa

Biaya Perasaan

Padang, 9 Februari 2012

Setelah vakum cukup lama, seusai tahun baru 2012, gua kembali berkeinginan mengisi halaman ini dengan cerita ringan dan ga jelas untuk sejenak. Hari ini perjalanan ke kampus dengan tujuan pengesahan lembaran skripsi yang berjumlah empat buah kepada pembimbing tercinta dan pak ketua jurusan. Misi pertama untuk bertemu pembimbing tercinta terlaksana dengan baik setelah bertemu dengan beliau di gedung e setelah mengajar mata kuliah Advance accounting (baru kali ini denger jurusan gua kuliahnya di gedung e, biasanya awal-awal gua kuliah dulu, seputaran gedung b,d,f dan paling banter di gedung c). Di sini gua kembali diingatkan dengan cerita sejenak waktu masih menempuh semester enam, gua menemukan pemandangan yang nyaris tidak berubah. Pemandangan yang umum terjadi. Sebelum kuliah berlangsung, beberapa mahasiswa sarapan dulu di jajanan one-one depan kelas (sarapan? Kuliah ja masuknya jam 10:30) sementara sang dosen sudah mulai membahas materi untuk pertemuan kali ini. Menikmati sarapan yang ntah pagi ntah siang itu dengan sangat lahap sambil bercengkrama sejenak. Serta mahasiswa muda (yang kayanya baru pertama kali mengambil mata kuliah ini, maklum mata kuliah ini mempunyai riwayat yang cukup panjang) berlari dengan nafas tersengal-sengal dengan wajah harap-harap cemas sembari berdoa diiznkan masuk oleh dosen tercinta.

Oke, perjalanan berlanjut, gua masih harus menemui bapak ketua jurusan, dengan bergegas setelah dzuhur menuju jurusan tercinta, jurusan akuntansi fakultas ekonomi, fakultas yang berposisi sebagai sayap kanan rektorat nan megah. Ternyata siang itu beliau tidak berada disana. Gua pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di perpustakaan jurusan sembari menitipkan skripsi yang berjumlah empat buah tadi, maklum, lumayan berat untuk di tenteng dengan kondisi tas yang nyaris putus.

Tak lama berselang sebuah pesan singkat masuk yang mengabarkan bahwa bapak ketua jurusan yang di cari berada di gedung c, tepatnya c 1.11 yang berlokasi cukup jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki hujan-hujanan dari perpustakaan jurusan dan dengan membawa empat rangkap skripsi di dalam tas yang kondisinya sangat menggenaskan. Tapi dengan tekad ingin menyelesaikan urusan yang tertunda, gua memutuskan untuk menuju ke gedung c, ditemani dengan tiga orang mahasiswa seangkatan yang sama-sama memiliki hasrat untuk bertemu beliau, sang ketua jurusan. Dicky dan Ikrar berkepentingan untuk meminta pengesahan skripsi, sementara Dila merupakan mahasiswa bimbingan beliau.

***

Ternyata perjalanan menuju gedung c memperoleh hasil yang sia-sia, ternyata si bapak ga ada di kelas c1.11 tersebut. Ternyata pula, kelas itu berisi mata kuliah makro ekonomi, serentak aja kita saling mikir, sejak kapan si bapak ngajar makro?. Kita memutuskan untuk mengitari gedung c dengan asumsi kita salah dapat info kelas si bapak. Hasilnya !!! tetap, setelah menelisik keseluruhan kelas di gedung itu, kami tidak mendapati sosok beliau berada di kelas. Dengan berat hati dan berat beban yang disandang, akhirnya kembali ke jurusan tercinta.

Sepanjang perjalanan kita membahas mengenai perjuangan mahasiswa mengenai skripsi, mulai dari lama masa skripsi, biaya-biaya yang dikeluarkan selama penelitian, mulai dari biaya fotokopi, jilid, draft, revisi hingga skripsi akhir dan pengesahannya. Kemudian Ikrar dengan sebuah  quote yang disadur dari temannya melontarkan sebuah kalimat“ biaya hiduik tu ndak sabara, sabananyo nan barek tu biaya perasaan ma ngku “. Ntah benar atau tidak premis yang disampaikan olehnya mungkin masih butuh uji lanjut. Hingga kita mempertanyakan apa defenisi sebenarnya dari biaya perasaan itu dan apa namanya dalam bahasa inggris. Dalam ilmu akuntansi beragam jenis biaya yang ada, yang mana nantinya biaya-biaya tersebut mungkin saja akan disajikan di Neraca Keuangan atau Laporan Laba/Rugi tapi belum pernah dengar ada biaya perasaan. Kita juga sepakat mengenai nama, yaitu Filling Cost. Setelah ditelusuri Filling Cost itu kalau diterjemahkan malah jadi biaya pengisian :)) *ngasal. Pembicaraan mengenai biaya perasaan ini berlanjut lebih jauh, mulai bagaimana perlakuannya, hingga harus ada dasar teori mengenai biaya perasaan ini. Perlakuan mengenai biaya perasaan bisa saja muncul di Neraca keuangan jika belum di-matching-kan dengan pendapatan atau bisa saja muncul di laporan laba rugi sebagai pengurang pendapatan. Landasan teori mengenai biaya perasaan juga butuh kajian, setidaknya ada penelitian terdahulu yang bisa menjadikan ini sebuah bagian keilmuan yang mantap yang mana akhirnya bisa dijadikan sebuah acuan untuk penelitian selanjutnya.

Kita membayangkan judul penelitian yang akan tercipta. Mulai dari, “Pengaruh biaya perasaan terhadap CSR perusahaan”, atau “Hubungan biaya perasaan dengan Indeks  Prestasi Manusia” atau mungkin “Korelasi antara biaya perasaan dengan lamanya masa studi mahasiswa akuntansi”. Membayangkan biaya perasaan dijadikan penelitian. Sebenarnya tak terbayang karena kita sendiri belum mengetahui apa itu biaya perasaan. Ikrar sedikit menjelaskan atau lebih tepat memberikan opini mengenai ini. Biaya perasaan itu sebenarnya biaya yang tidak bisa dikuantifisir, biaya yang tidak bisa dihitung hanya bisa dirasa (kira-kira begitulah pernyataannya, CMIIW). Mungkin nanti si pembuat quote atau ikrar berhasil melakukan penelitian mengenai biaya perasaan, apakah biaya tersebut benar adanya atau hanya sebuah perumpamaan sederhana atau hanya pembicaraan yang ga jelas dari dua orang yang ga jelas karena misinya menemui ketua jurusan gagal :D.

By rankqa

Tentang Blog, Manfaat, dan PALANTA

Tentang…

“Blog”, sejenak kata itu terlintas muncul ketika saya sedang mengerjakan tugas akhir yang bernama skripsi. Ketika kepala sudah mulai panas dan mata sudah mulai lelah menatap tumpukan kertas dan beberapa halaman Word yang terbentang dilayar laptop.  “Saya pernah punya blog”, itulah yang kembali terlintas menemani kata tadi. Memang benar saya punya blog, tapi memang benar pula baru tahun ini blog tersebut mulai dihias dengan rangkaian frasa :D. Sedikit sejarah ketika halaman ini terbentuk adalah ketika rasa ingin ikutan-ikutan pengen memiliki yang menarik yang dimiliki teman (dalam bahasa minang : ba hape urang ba hape lo awak, ba blog urang ba blog pulo awak ) hahaha. Oke !!  kembali ke atas tadi “saya pernah punya blog”, tapi apa daya karena sudah terbengkalai cukup lama, akun dan password blog tersebut lupa, yang teringat hanyalah saya pernah membuat blog pada WordPress.com. Dengan segera saya membuka tumpukan surat diinbox email dan akhirnya berhasil menemukan email dari wordpress sekaligus langsung mereset ulang password. Mungkin itulah awal hitungan saya ngeblog dan memulai postingan di halaman ini setelah lama menjadi akun zombie (hidup segan mati gak mau). Kalau sudi singgah ini lah sebuah langkah kecil di dunia blog yang saya lakukan catatan awal di kala hujan.

Menyadari ilmu masih sangat sedikit dalam hal mengutak-atik blog, saya mulai mencari dan menuntut ilmu ke segala penjuru google dan teman-teman yang sudah malang melintang di dunia blog. Mulai dari menambahkan fitur-fitur hingga mengenai tulisan (sampai saat inipun masih sedkit yang bisa saya terapkan).

Setelah beberapa rentang waktu setelah postingan pertama saya muat dalam blog ini, ada beberapa manfaat yang secara pribadi yang saya rasakan, mungkin juga ada beberapa hal yang sama akan dirasakan oleh teman-teman semua :

1. Pertama dan terutama sekali manfaat yang saya dapat dengan nge-blog adalah sebagai sarana memuat tulisan yang tidak dapat tertulis dan ditulis pada karya tulis yang dihadapai mahasiswa tingkat kritis, halah, bahasa macam apa ini :D. Yap, ketika saya terkendala atau menghadapi masa jenuh dalam penulisan skripsi, menulis dan membaca blog yang ada setidaknya menyegarkan dan mendinginkan kembali kepala yang panas (terkecuali blog yang memuat juga tugas akhir). Setidaknya juga membuka inspirasi untuk melanjutkan kembali penulisan skripsi tersebut. Benar-benar value added.

2. Manfaat kedua dirasakan secara bertahap, ilmu secara perlahan bertambah. Secara tidak langsung saya mulai rajin menjamah google dan blog-blog lain sebagai ide untuk merapikan blog saya. Google, disana saya belajar untuk mencari hal-hal dan cara mengubah, dan memaksimalkan fitur wordpress ini. Jujur, saya sangat bingung ketika pertama kali berhadapan dengan dashboard –nya WordPress ini. Yang pertama sekali bisa dipahami adalah cara membuat tulisan dan mengganti tema, itupun baru sekenanya. Hingga akhirnya mampir ke forum wordpress yang saya lihat rata-rata di dalam juga pemula seperti saya dan postingan-postingan yang memuat tutorial mengenai wordpres ini. Dengan mampir ke blog-blog lain dan memperhatikan tampilannya, juga menambah keingintahuan saya. “Bagaimana ini bisa muncul, ini bagaimana, ini, ini, dan ini?”, kalimat itu terlontar ketika melihat blog teman-teman yang sudah beragam rupa dan warna, ada yang unik, etnik dan bahkan futurisrtik. Sekali lagi, itupun belum semua bisa saya pelajari dan terapkan di halaman saya. Dituntut untuk belajar ekstra dan banyak nanya biar bisa menghasilkan blog yang berkualitas baik dari segi isi dan tampilan.

3. Ini adalah manfaat yang terangkai setelah saya bergabung di komunitas blogger :D.  Teman dan pertemanan, bergabung dalam komunitas secara otomatis kita akan memiliki teman setidaknya lebih dari satu, baik itu teman yang sudah dikenal sebelumnya, maupun yang belum dikenal sama sekali. Dengan kata lain kita bisa punya banyak teman.

4. Manfaat selanjutnya adalah sebagai pengganti catatan nantinya, Ilmu-ilmu yang didapat,pengalaman, cerita dan berbagai hal tentunya tidak semua akan terekam dalam memori kita. Sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Dengan nge blog, setidaknya kita coba menulis semua hal tersebut di dalamnya. Paling tidak saat ini kita masih memiliki ingatan yang jernih dan kuat tentang beberapa peristiwa, tapi nanti, ntah siapa yang akan mengetahuinya. Hari esok tetap selalu menjadi misteri. Hingga setelah lama perjalanan kita dan menemui banyak hal, membuat beberapa memori tentang peristiwa hari ini dan kemarin terkikis secara perlahan tanpa disadari. Ketika nanti membuka halamam kita, mungkin akan membawa kembali memori tersebut.

5. Manfaat yang terakhir yang saya lihat ketika berkunjung ke beberapa blog dari teman – teman komunitas adalah ketika memiliki ilmu dan berbagi kepada orang lain. Hal ini belum bisa saya wujudkan sementara ini. Tetapi bukan tidak ada keinginan untuk melakukannya. Tentulah ilmu bermanfaat yang akan dibagikan. Ilmu yang akan terus digunakan dan dikembangkan oleh saya sendiri dan semua yang membacanya. Ini juga berhubungan dengan manfaat keempat, sebagai catatan ilmu yang kita miliki, sehingga nanti kalau ada yang terlupa dari ilmu tersebut, kita tinggal membuka catatan tersebut dan membacanya lagi. Sehingga seperti dalam  ajaran agama islam, salah satu amalan yang tidak terputus walau sudah tiada adalah ilmu yang bermanfaat.

Palanta 

PALANTA, Komunitas Blogger Sumatera Barat. Komunitas ini diperkenalkan setelah saya berdiskusi dengan seorang teman yang menurut saya beliau adalah salah satu orang yang cukup berpengalaman di dunia blog. Beliau seorang mahasiswa sefakultas dan seangkatan dengan saya. Beliau menyarankan karena dengan bergabung di dalam komunitas tersebut kita bisa mendapatkan manfaat seperti yang sudah disampaikan diatas.  Sebagai Komunitas Blogger Sumatera Barattentunya salah satu hal yang terkait adalah dengan berkumpulnya para blogger sumatera barat. Palanta sebagai wadah pemersatu blogger sumbar yang tersebar di berbagai daerah, baik dari berbagai kota dalam provinsi ini, antar provinsi di negara ini, dan yang tersebar di berbagai negara seperti beberapa anggota dalam komunitas ini sebagai bukti nyata.

Sebagai wadah tentunya secara nyata bisa diartikan tempat menampung. Benar saja, dalam komunitas ini ketika kopdar pertama yang saya ikuti, beberapa blogger yang tergabung dalam PALANTA berkumpul. Blogger yang ada di dan berasal dari Sumatera Barat ditampung (hahahaha,bahasanya) datang dari berbaagai keanekaragaman dan latar belakang yang berbeda, suasana yang awalnya masih kaku perlahan mulai mencair, walau masih tersimpan rasa malu-malu dan segan. Hal ini mungkin disebabkan karena baru pertama kalinya saya bertemu dengan beberapa anggota secara langsung di dunia nyata.

Semenjak bergabung saya baru sempat mampir di beberapa blog anggota PALANTA. Blog- blog tersebut sangat menginspirasi dan sangat baik dalam banyak hal. Sebagai pemula dan baru bergabung dengan komunitas ini, tentunya hal tersebut memberi banyak manfaat bagi saya sendiri sebagai anggota. Ide-ide dan beragam corak penulisan saya temui yang menjadi ciri khas masing-masing blogger yang memberi nilai tambah lagi bagi PALANTA.

Dengan semakin bertambahnya jumlah blogger di PALANTA, tentunya semakin banyak pula ragam blog dan isi yang akan bisa dikunjungi. Semakin banyak pula teman-teman baru yang akan dikenal. Sepertinya kopdar pertama kemarin belum cukup rasanya untuk mengenal teman-teman yang ada, mungkin di kesempatan kopdar selanjutnya atau di kesempatan yang lain bisa terwujud. Mungkin tidak banyak yang bisa saya tuliskan saat ini, tetapi dengan harapan yang besar dengan bergabung di komunitas ini saya bisa me-upgrade ilmu yang masih secuil ini. Di tahun ke empat ini, semoga PALANTA semakin sukses dan terus berkembang, serta tetap menjadi rumah tempat kami berkumpul, para blogger sumatera barat. Sehingga kita bisa menjadi salah satu komunitas blogger yang memberi manfaat baik bagi internal dan eksternal :).

Sedemikian dulu tulisan dari saya, semua di atas adalah tulisan sederhana dari seorang penulis yang baru belajar. Diharapkan bagi teman-teman yang mampir sudilah kiranya memberi masukan,saran,dan kritik kepada saya hingga nanti dengan itu semua bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik ke depannya :D. Teruntuk maaf  apabila ada yang salah dan janggal.  Sampai ketemu lagi ya teman-teman :D.

By rankqa